Wow….Proyek Lapen 5 Miliar Desa Balefadorotuho Nias Utara Bisa Terkelupas Dicongkel Jari

Nias Utara, (puterariau.com)

Proyek pembangunan Jalan Lapen di lingkungan rumah Bupati Nias Utara di Dusun I Balefadoro Tuho Kecamatan Lahewa Kabupaten Nias Utara yang menelan anggaran sebesar Rp.5 miliar itu terkelupas dicongkel pakai jari. Padahal proyeknya baru selesai 2 minggu lalu sepanjang 500 meter. Wah wah wah…
Parahnya lagi, pekerjaan jalan Lapen yang bersumber dari APBD 2017 itu ternyata tidak dilengkapi plang proyek dan bahu jalan yang kini mulai bergelombang rusak. Hal ini disebabkan proyek dikerjakan asal jadi.
Pada saat wartawan Putera Riau datang melakukan pemantauan di lapangan pada Rabu 11 Oktober 2017 lalu dimana salah seorang warga Dalizanolo Zega menghampiri wartawan di halaman rumahnya dengan menunjukkan ‘inilah kondisi jalannya yang dicongkel dengan jari satu saja, batunya pada lepas.
Putera Riau mencoba konfirmasi pada Kepala Dinas PU Kabupaten Nias Utara Yulius Zai ST. Ia bungkam ketika ditanya seputar proyek jalan tersebut.
Dengan tergesa-gesa mengikuti rapat di gedung DPRD, ia menyebut kalau proyek yang Rp.5 miliar itu PPKnya Murni Panjaitan dan ada direksi pengawas dan pelaksana di lapangan. “Coba dulu konfirmasikan sama mereka, maaf saya buru-buru Ken,” ujarnya.
PPK proyek, Murni Panjaitan juga bungkam ketika dikonfirmasi lebih lanjut pada Jumat sore (13/10). Ia hanya sedikit menjelaskan permaslaahan. “Itu Lapen masih belum selesai, masih tahap pekerjaan. Kemarin saya sudah kesana tapi tidak apa-apa,” ujarnya.
Lalu mencoba menunjukkan Red video salah seorang masyarakat yang mencongkel batu pada badan jalan Lapen yang sudah kian terselesaikan dari titik pertama kegiatan dengan satu jari saja lalu terkelupas.
“Oh ia, itu masih di ulas kembali pengaspalannya,” maaf saya buru-buru ke lapangan dengan mimik ketakutan.
Buruknya kualitas pekerjaan bisa terlihat dengan mudahnya batu jalan mengelupas lantaran diduga minimnya aspal tersebut. Parahnya lagi, diduga dikerjakan pada saat musim hujan. 
Bupati Nias Utara diminta agar memberi ketegasan kepada Dinas terkait agar kegiatan pekerjaan mereka tidak asal jadi seperti itu. (Meifermanto Gea)