Video Emak-emak Dipaksa Buka Viral, Korban Kok Malah Bela Polisi?

POJOKSATU.id, SUARABAYA – Video emak-emak dipaksa buka baju #2019GantiPresiden jadi bahan perbincangan di media sosial. Insiden itu terjadi di Surabaya Jawa Timur pada Minggu, 28 Agustus 2018.

Korban dipersekusi sekelompok orang yang menolak gerakan #2019GantiPresiden. Mereka memaksa korban membuka kaos #2019GantiPresiden. Bahkan, korban diancam ditelanjangi di tempat umum.

Beruntung polisi sigap mengamankan korban. Beberapa anggota polisi wanita (polwan) menarik dan mengevakuasi korban agar menjauh dari kerumunan massa yang kontra dengan gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam video yang viral di media sosial, korban terlihat ditarik paksa oleh anggota polwan. Bahkan seorang ibu digotong beberapa polwan karena menolak dievakuasi.

Pada saat bersamaan, terlihat sejumlah pria berpakaian preman meneriakkan kalimat bernada provokatif.

“Tarik! Ayo oi tarik! Tarik, udah tarik, biarin aja. Iya tarik! Iya betul, tarik. Tarik aja, tarik, dorong!,” teriak seorang pria mengiringi aksi polwan yang menarik seorang perempuan.

Insiden itu membuat warganet geram. Polisi pun jadi sasaran bully di medsos. Polisi dianggap tidak netral. Mereka mencaci dan menghujat polisi. Polisi dituding tidak sengaja membiarkan persekusi.

Tak hanya itu, video polwan menarik korban persekusi disandingkan dengan video kekerasan tentara Israel terhadap wanita Palestina. Seolah-olah polisi Indonesia disamakan dengan zionis Israel.

Video itu mendapat reaksi keras dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut persekusi yang dialami emak-emak saat deklarasi #2019GantiPresiden merupakan bentuk buruknya penindakan hukum di Indonesia.

“Bukti nyata persekusi thd emak2 n polisi tak berkutik. Negeri apa ini?,” cuit Fadli Zon di akun Twitter pribadinya, Selasa (28/8/2018).

Di saat polisi banjir hujatan di media sosial, emak-emak korban persekusi di Surabaya yang nyaris ditelanjangi sekelompok orang, membuat pengakuan mengejutkan.

Wanita bernama Nurul Bilqis itu pasang badan. Ia membela polisi dari cacian dan hujatan warganet. Nurul menyebut polisilah yang menyelamatkan dirinya dari teror sekelompok orang yang menolak gerakan #2019GantiPresiden.

“Polisi melerai dan melindungi saya. Terus saya dianter di pangkalan taxi oleh orang yang pake baju biasa dan mengaku dari polda dan saya tau bapak-bapak itu mengawal kami yang peserta deklarasi dari awal sampai akhir,” ucap Nurul melalui akun Facebook pribadinya.

Pengakuan Nurul Bilqis

(one/pojoksatu)

Video Emak-emak Dipaksa Buka Viral, Korban Kok Malah Bela Polisi?

POJOKSATU.id, SUARABAYA – Video emak-emak dipaksa buka baju #2019GantiPresiden jadi bahan perbincangan di media sosial. Insiden itu terjadi di Surabaya Jawa Timur pada Minggu, 28 Agustus 2018.

Korban dipersekusi sekelompok orang yang menolak gerakan #2019GantiPresiden. Mereka memaksa korban membuka kaos #2019GantiPresiden. Bahkan, korban diancam ditelanjangi di tempat umum.

Beruntung polisi sigap mengamankan korban. Beberapa anggota polisi wanita (polwan) menarik dan mengevakuasi korban agar menjauh dari kerumunan massa yang kontra dengan gerakan #2019GantiPresiden.

Dalam video yang viral di media sosial, korban terlihat ditarik paksa oleh anggota polwan. Bahkan seorang ibu digotong beberapa polwan karena menolak dievakuasi.

Pada saat bersamaan, terlihat sejumlah pria berpakaian preman meneriakkan kalimat bernada provokatif.

“Tarik! Ayo oi tarik! Tarik, udah tarik, biarin aja. Iya tarik! Iya betul, tarik. Tarik aja, tarik, dorong!,” teriak seorang pria mengiringi aksi polwan yang menarik seorang perempuan.

Insiden itu membuat warganet geram. Polisi pun jadi sasaran bully di medsos. Polisi dianggap tidak netral. Mereka mencaci dan menghujat polisi. Polisi dituding tidak sengaja membiarkan persekusi.

Tak hanya itu, video polwan menarik korban persekusi disandingkan dengan video kekerasan tentara Israel terhadap wanita Palestina. Seolah-olah polisi Indonesia disamakan dengan zionis Israel.

Video itu mendapat reaksi keras dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menyebut persekusi yang dialami emak-emak saat deklarasi #2019GantiPresiden merupakan bentuk buruknya penindakan hukum di Indonesia.

“Bukti nyata persekusi thd emak2 n polisi tak berkutik. Negeri apa ini?,” cuit Fadli Zon di akun Twitter pribadinya, Selasa (28/8/2018).

Di saat polisi banjir hujatan di media sosial, emak-emak korban persekusi di Surabaya yang nyaris ditelanjangi sekelompok orang, membuat pengakuan mengejutkan.

Wanita bernama Nurul Bilqis itu pasang badan. Ia membela polisi dari cacian dan hujatan warganet. Nurul menyebut polisilah yang menyelamatkan dirinya dari teror sekelompok orang yang menolak gerakan #2019GantiPresiden.

“Polisi melerai dan melindungi saya. Terus saya dianter di pangkalan taxi oleh orang yang pake baju biasa dan mengaku dari polda dan saya tau bapak-bapak itu mengawal kami yang peserta deklarasi dari awal sampai akhir,” ucap Nurul melalui akun Facebook pribadinya.

Pengakuan Nurul Bilqis

(one/pojoksatu)