Ratna Sarumpaet Gak Suka KH Ma’ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ratna Sarumpaet tak setuju KH Ma’ruf Amin jadi cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Ia beralasan, Kiai Ma’ruf tak pantas berada di sisi calon petahana tersebut.

Hal itu didasarkan pada naskah asli UUD 45 yang menyebutkan adanya Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Gak Ngaku Serang KH Ma’ruf Amin Tua dan Sakit-sakitan, Ratna Sarumpaet: Saya Bicara Fakta

DPA itu sendiri, bertugas sebagai tempat presiden berkonsultasi.

Demikian disampaikan ibunda selebriti Atiqah Hasiholan itu di sela-sela Rakernas Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI), Minggu (12/8/2018).

DPA, kata dia, adalah sebuah lembaga yang didesain sebagai tempat berkumpulnya pada ulama.

Ratna Sebut KH Ma’ruf Amin Tua dan Sakit-sakitan, Si Mulut Sompret Sakit Jiwa

“Di DPA itu tempat ulama, jadi bukan jadi wapres,” kata Ratna di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (12/8).

Ketua Presidium GSI itu menambahkan, dipilihnya Kiai Ma’ruf sebagai cawapres Jokowi saat ini sangat tidak tepat.

Alasannya, ulama lebih tepat ditempatkan dan diposisikan cukup sebagai penasihat yang sarannya didengar oleh pemimpin.

Ratna Sarumpaet Ungkap Alasan Dukung Prabowo-Sandi Bukan Cuma Jokowi Nggak Ngerti Pancasila

“Ini kan sudah menyalahgunakan ulama yang cuma diangkat buat narik massa saja, itu tidak tepat,” ujarnya.

Ratna Sarumpaet Gak Suka KH Ma’ruf Amin Jadi Cawapres Jokowi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Ratna Sarumpaet tak setuju KH Ma’ruf Amin jadi cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.

Ia beralasan, Kiai Ma’ruf tak pantas berada di sisi calon petahana tersebut.

Hal itu didasarkan pada naskah asli UUD 45 yang menyebutkan adanya Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Gak Ngaku Serang KH Ma’ruf Amin Tua dan Sakit-sakitan, Ratna Sarumpaet: Saya Bicara Fakta

DPA itu sendiri, bertugas sebagai tempat presiden berkonsultasi.

Demikian disampaikan ibunda selebriti Atiqah Hasiholan itu di sela-sela Rakernas Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI), Minggu (12/8/2018).

DPA, kata dia, adalah sebuah lembaga yang didesain sebagai tempat berkumpulnya pada ulama.

Ratna Sebut KH Ma’ruf Amin Tua dan Sakit-sakitan, Si Mulut Sompret Sakit Jiwa

“Di DPA itu tempat ulama, jadi bukan jadi wapres,” kata Ratna di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Minggu (12/8).

Ketua Presidium GSI itu menambahkan, dipilihnya Kiai Ma’ruf sebagai cawapres Jokowi saat ini sangat tidak tepat.

Alasannya, ulama lebih tepat ditempatkan dan diposisikan cukup sebagai penasihat yang sarannya didengar oleh pemimpin.

Ratna Sarumpaet Ungkap Alasan Dukung Prabowo-Sandi Bukan Cuma Jokowi Nggak Ngerti Pancasila

“Ini kan sudah menyalahgunakan ulama yang cuma diangkat buat narik massa saja, itu tidak tepat,” ujarnya.