Peringati Perayaan Karo, Kentang Krawu dan Batik Adas Laris Manis di Ngadas

Beritating Peringati Perayaan Karo, Kentang Krawu dan Batik Adas Laris Manis di Ngadas ditampilkan lebih awal di Pojok Satu. | by Pojok Satu

POJOKSATU.id, Kepanjen – Peringatan hari raya Karo tak hanya dilaksanakan masyarakat Hindu Tengger di kawasan Bromo sisi Probolinggo dan Pasuruan. Namun juga ada di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TN BTS).

Tak ada perbedaan menyolok peringatan Hari Raya Karo di Desa Ngadas dengan daerah lainnya. Seperti Brang Kulon (Pasuruan) atau Brang Wetan (Probolinggo). Untuk Desa Ngadas (Brang Kidul) acara puncaknya pada Rabu (13/9).

“Peringatan Hari Raya Karo ini jatuhnya pada 6 September lalu menurut penanggalan masehi. Tapi puncak acaranya bisa berbeda-beda. Kan berlangsung selama sebulan,” kata Kades Ngadas, Mujianto, Rabu (13/9).

Hari Raya Karo merupakan hari raya kedua setelah Kasadha. Karo, merupakan bulan kedua dari 12 bulan menurut kalender Suku Tengger. Sedangkan perayaan Karo diperingati setiap tanggal 15 di bulan Karo. Karena itu disebut hari Raya Karo.

Secara umum tidak ada perbedaan menyolok pada perayaan hari Raya Karo di Desa Ngadas. Bila puncak acara di Brang Kulon dan Brang Wetan, pada 10 September lalu. “Kalau di Ngadas ya pada hari ini (Rabu, 13/9). Kalau diistilahkan resepsinya saja yang berbeda, tapi perayaan hari Rayo Karo tetap sama ya 6 September itu,’’ ujar Mujianto menegaskan.

Rangkaian acara hari Raya Karo dimulai pada 29 Agustus lalu. Melaksanakan acara ‘ping pitu pertama’.  Kemudian acara prepegkan yakni makan bersama pada 6 Semptember lalu dengan menyugugkan ‘tumpeng gedhe’. Lalu prosesi acara berlanjut dengan tradisi ‘Ngroan’ pada 12 September. Pada acara ini, warga saling mengundang tetangga untuk makan bersama. Secara bergantian.

Selanjutnya dilaksanakan acara ping pitu terakhir. Warga Ngadas melakukan sadranan ke pemakaman leluhur mereka di pemakaman umum di Desa Ngadas. Setelah itu dilanjutkan kesenian ‘Ujung-Ujungan’ atau saling menyambit menggunakan rotan pada Rabu (13/9) sebagai puncak acara.

Beritating Peringati Perayaan Karo, Kentang Krawu dan Batik Adas Laris Manis di Ngadas ditampilkan lebih awal di Pojok Satu.