Path Resmi Ditutup, Begini Nasib Investasi Rp 304 Miliar Bakrie Telecom

TIPSTREN.com — Baru-baru ini publik dikagetkan dengan kabar tutupnya salah satu sosial media yang pernah populer di Indonesia. Aplikasi ini pernah populer tahun 2012. Namun akhirnya, media sosial Path menutup layanannya. Lewat aplikasinya, media sosial itu menyebut “The Last Goodbye” (selamat tinggal yang terakhir).

Sosial media Path pernah berjaya, bahkan, aplikasi berwarna merah ini pernah memiliki 23 juta pengguna. Pengguna terbanyak berasal dari Indonesia yang mencapai 5 juta orang. Tentu saja tak hanya pengguna setia Path yang berduka, tapi salah satu investor dari Indonesia, Bakrie.

Baca Juga : Asal-Usul Munculnya Gambar Dinosaurus di Google Chrome Saat Terjadi Gangguan Internet

Usai penutupan Esia tahun 2014 lalu, ternyata Bakrie Telecom pernah menanamkan investasi ke Path, bersama sejumlah investor global lain. Bakrie Telecom adalah anak usaha Grup Bakrie, yang memegang merek esia.

Bakrie merupakan salah satu di antara sejumlah investor yang berpartisipasi dalam investasi Seri C untuk Path, total nilainya mencapai USD 25 Juta (atau Rp 304 miliar, dengan nilai kurs saat itu).

Baca Juga : Heboh! Beli Mobil Baru, Warga di Desa Ini Gelar Doa Bersama Sambil Mengelilingi Mobil

Meski investasi Bakrie Telecom di path terbilang cukup besar, yaitu Rp 304 miliar, ternyata itu hanya 1 persen saja dari keseluruhan saham Path.

Ketika itu, ada kerjasama khusus Bakrie Telecom dengan Path, bersinergi di bisnis pasar mobile. Pada kerjasama itu, Esia akan memberikan program bebas kuota data untuk para pelanggannya saat mengakses Path dari handset.

Bakrie Telecom sendiri dikenal sebagai pemilik merek dagang Esia, sebuah operator seluler yang beroperasi di jaringan CDMA dan saat ini terbilang sudah bangkrut.

                  esia

Hal ini karena mereka sedang berjuang tengah merekstrukturisasi total utang sebesar Rp 11 triliun dari 580 kreditur.
Hutang ini bakal dikonversi menjadi saham di Bakrie Telecom.

Pesangon juga belum dibayar sehingga karyawannya berkali-kali demo ke kantor pusatnya menuntut hak Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) tentang laporan keuangan PT Bakrie Telecom Tbk, tahun 2017 lalu Bakrie Telecom mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,49 triliun.

Kerugiannya dari Bakrie Telecom naik 7,47% dibandingkan rugi bersih tahun 2016 yang sebesar Rp 1,39 triliun. Belum jelas seberapa besar tutupnya Path ini mempengaruhi kerugian dari Bakrie Telecom. Laporan keuangan perusahaan tahun 2018 ini, baru akan diterbitkan tahun depan, biasanya sekitar bulan Juni.

(hal/tipstren)