Nelayan yang Diculik di Malaysia Sudah Lima Tahun Jabat Kapten Kapal

POJOKSULSEL.com, MAJENE – Dua nelayan asal Sulawesi Barat (Sulbar), yakni Samsul (38) dan Hamdan (38) menjadi korban penculikan oleh sekolompok orang bersenjata di sekitar periaran Pulau Gaya, Semporna negara bagian Sabah, Malaysia.

Menurut keterangan Fitriani (28), istri dari Samsul, suaminya telah menjadi nelayan sejak masih bujang. Namun, lima tahun belakangan ini jabatannya diangkat menjadi kapten di KM Dwi Jaya Saksi.

“Kalau kerja begitu memang sudah lama, dari waktu masih bujang, cuma yang terangkat jadi kapten ini lima tahun lah,” katanya via telepon, Sabtu (15/9/2018).

Samsul, nelayan yang diculik di perairan Malaysia. | dok pribadi

Sejauh ini, kata dia, pihak Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) RI belum memberikan informasi terkait perkembangan kondisi terkahir suaminya. Meski begitu, tak berhenti memanjatkan doa agar suami tercintanya bisa kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene dengan kondisi selamat.

“Belum ada lagi ini info dari Kementrian, cuman waktu itul ditelepon waktu baru-baru kejadian. Katanya dia juga masih berusaha mencari,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, kronologi penculikan itu bermula saat 11 orang ABK kapal lebih dulu menuju kedaratan menjual hasil tangkapan. Sementara Samsul dan Hamdan bersama dua ABK lainnya menunggu di atas kapal.

Tiba-tiba, kapal mereka yang saat itu sedang berada di wilayah perairan Pulau Gaya, Semporna negara bagian Sabah, Malaysia  dikepung oleh sekolompok orang tak dikenal bersenjata api laras panjang menggunakan tiga unit speedboat.

“Waktu kejadian kan di atas kapal ada empat orang, yang dibawa (diculik), yang duanya lagi sembunyi,” tandasnya.

(muh aliyafid/pojoksulsel)