Muncul Petisi Tak Tiru Jokowi, Begini Respon Anies Baswedan

POJOKSATU.id, JAKARTA – Serikat Becak Jakarta (Sebaja) menggalang petisi melalui change.org untuk menyerukan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak meniru Jokowi dengan mencalonkan diri di Pilpres 2019.

Menanggapi hal itu, Anies belum bersedia berkomentar jauh. Dia mengaku baru mengetahui petisi tersebut. Dia akan memberikan pernyataan setelah mengecek petisi yang sudah ada sejak Kamis (12/7).

“Baru tahu malah. Nanti saya lihat. Kapan keluarnya?” kata Anies kepada wartawan saat ditemui di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat kemarin (13/7).

Judul petisi tersebut adalah “Dukung Anies Baswedan Tetap Di DKI”. Di awal petisi tersebut Koordinator Serikat Becak Jakarta (Sebaja) Rasdullah mengaku bertanggung jawab akan hal itu.

“Saya Rasdulah, Koordinator para tukang becak yang tergabung dalam Serikat Becak Jakarta. Puluhan tahun saya dan teman-teman bekerja sebagai tukang becak di Jakarta. Kami ada tapi dianggap tidak ada. Kami mencari makan secara halal tapi dianggap ilegal. Kami menata diri supaya becak bisa tertata rapi. Kami berorganisasi supaya tukang becak bisa bernegosiasi,” kata dia dalam petis tersebut.

Tidak hanya Anies, Rasdullah juga menyindir Presiden Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dia mengatakan saat itu Jokowi sudah bersepakat untuk mengakomodir kepentingan para tukang becak ibukota, apa daya belum tuntas menjalankan tugasnya Jokowi justru maju Pilpres 2014 lalu dan menjadi presiden.

“Setelah Pilkada Jakarta 2012, Gubernur sepakat menata dan mengakomodir becak. Harapan kami tumbuh dan kami. Namun belum juga kesepakatan dihormati dan diwujudkan, Gubernur DKI malah pindah kantor dari BalaiKota ke Istana Presiden,” imbuhnya.

“Di Pilkada Jakarta 2017, kami para tukang becak bersama rakyat miskin kota Jakarta lainnya bersepakat kembali tapi dengan gubernur lainnya yaitu Anies Baswedan untuk mengakui keberadaan becak dengan cara menata,” tutup Rasdullah.

(rmol/pojoksatu)