Menteri Yasonna Laoly Diminta Mundur

POJOKSATU.id, JAKARTA – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly dinilai tidak mampu membersihkan lembaga pemasyarakatan dari berbagai praktik kotor. Salah satunya adalah praktik dagang sel mewah.

Karena itu, PKS melalui Ketua Departemen Politik DPP PKS Pipin Sopian menegaskan, Yasonna lebih baik mundur.

Hal itu dia ungkapkannya menanggapi inspeksi mendadak Ombudsman RI yang baru-baru ini menemukan kamar mantan Ketua DPR RI yang juga terpidana kasus korupsi KTP elektronik, Setya Novanto yang berukuran lebih besar dan mewah ketimbang sel tahanan lain di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

“Saya kira hukum itu harus ditegakkan ke semua pihak termasuk di sel. Apa sih inti sebetulnya dari LP itu. Intinya adalah setiap terpidana harus dapatkan hukuman setimpal dan kalau tidak ada keadilan yang akan terjadi adalah chaos,” ujar Pipin Sopian.

Yasonna dinilai lebih baik mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegagalannya itu.

Pasalnya, kasus di lapas sudah berulang-ulang dan masih terus terjadi.

“Saya kira baiknya Pak Yasonna mundur kalau tak bisa perbaiki LP. Atau nanti nunggu Pilpres tahun 2019 saja,” tegasnya usai diskusi bertajuk “Berebut Suara Milenial” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2018), dilansir JPNN.

(rus/rmol/pojoksatu)