Marak KDRT, Ini Trik Jitu Agar Rumah Tangga Bahagia

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) menjadi salah satu persoalan yang kerap mewarnai hubungan pernikahan.

Banyak dari akhir penyelesaian permasalahan ini ialah perceraian. Tak sedikit pula yang diproses hukum hingga akhirnya pasangan mendekam di balik jeruji besi.

Konselor pernikahan sekaligus penulis buku, Deny Hen menilai, ada beberapa penyebab terjadinya KDRT diantaranya perilaku atau sisi personal yang memang kasar di antara kedua pasangan.

“Dari sisi personality, yang agak agresif. Ini yang mengakibatkan dia bisa jadi memiliki sifat seperti itu (berperilaku kasar/melakukan KDRT),” ujar Deny di sela-sela peluncuran dan bedah buku The Great Marriage di Gramedia Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (15/9/2018).

Selain itu, menurut Deny, KDRT lahir bisa dari kultur atau budaya. Kultur yang dimaksud ialah budaya yang menganggap laki-laki seperti raja yang harus dilayani, dan bisa melakukan apa saja.

“Kultur yang mendewakan pria, seakan-akan pria itu di dalam keluarga menjadi raja. Ini yang bahaya, karena dia menganggap istrinya itu boleh diapa-apakan,” ungkapnya.

Adapun KDRT yang timbul akibat dari masalah kepribadian, lanjutnya, bisa diatasi dengan pelaku mendatangi psikolog.

Tujuannya agar konsultasi bisa dilakukan, sehingga letak masalah dan solusi bisa diketahui. “Tapi kalau masalah kultur, ini harus ada perubahan mindset (pola pikir),” ucapnya.

Ia pun mengungkapkan ada beberapa trik untuk mewujudkan pernikahan yang sehat dan bahagia.

“Hindari masalah sepele, karena pernikahan yang bahagia tidak lahir dari hubungan yang dipenuhi dengan perselisihan baik verbal maupun nonverbal,” tandasnya.

(fir/pojoksatu)