Kronologis Penetapan Tersangka Idrus Marham oleh KPK, Diseret Anak Buahnya Sendiri

POJOKSATU.i, JAKARTA – Komisi Pembarantasan Korupsi (KPK) akhirnya resmi menetapkan Idrus Marham sebagai tersangka dalam kasus PLTU Riau-1, Jumat (20/8/2018).

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyatakan, penetapan tersangka kepada Menteri Sosial yang baru saja mengundurkan diri itu bermula dari Operasi Tangkap Tangan pada 13 Juli 2018 lalu.

OTT itu sendiri terkait kasus dugaan pemberian hadiah atau janji dengan seorang ditangkapnya seorang anggota DPR RI Komisi VII dari Partai Golkar, Emi Maulani Saragih (EMS).

Terungkap, Agus Gumiwang Telepon Idrus Marham Sebelum Dilantik, Langsung Dapat Titipan

Emi Saragih, ditangkap KPK di kediaman Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham.

Kemudian dilanjutkan pada 14 Juli 2018, EMS ditetapkan kemudian ditetapkan sebagai tersangka bersama pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes Budisutrisno Kotjo (JPK) sebagai tersangka.

Idrus Marham dan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam serahterima jabatan Menteri Sosial di Kemensos, Jumat (24/8/2018)

Idrus Marham dan Agus Gumiwang Kartasasmita dalam serahterima jabatan Menteri Sosial di Kemensos, Jumat (24/8/2018)

“JPK ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap,” terang Basaria dalam konferensi pers di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (24/8/2018) malam.

Idrus Marham Bukan Mengundurkan Diri tapi Disuruh Mundur, Bisa Bikin Jebol Golkar

Dalam proses penyidikan, lanjut Basaria, penyidik KPK menemukan sejumah fakta baru dan bukti permulaan yang cukup.

“Berupa keterangan saksi-saksi, surat dan pentunjuk,” bebernya.

Atas dasar itu, pihaknya melanjutkan dengan penyelidikan baru pada 21 Agustus 2018 yang kemudian mengarah pada nama Idrus Marham.

Di Balik Pernyataan Idrus Marham Soal Tersangka, KPK: Kami Kedahuluan

Basaria menyebut, Idrus bersama Emi Saragih diduga menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo.

“Hadiah atau janji terkait kesepakatan kontrak kerjasama pembangunan PLTU Riau-1,” jelasnya.