KNPI dan East West Seed Indonesia Perkenalkan Sistem Urban Farming

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR –  Pekarangan rumah yang sempit bukan berarti tidak bisa dimanfaatkan. Melalui inovasi sistem pertanian hidroponik, lahan yang sempit bisa digunakan sebagai lokasi bercocok tanam.

Produktivitas masyarakat pun meningkat dengan pemanfaatan pertanian hidroponik di pekarangan warga ini.

Sekaitan dengan itu, Komisi Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, bekerjasama dengan PT East West Seed Indonesia menggelar pelatihan usaha budidaya tanaman sayur hidroponik dan polybag di Kecamatan Mariso, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (15/9/2018).

Konsep urban farming adalah tata cara bercocok tanam menggunakan air tanpa menggunakan tanah (hidroponik), dan budidaya dengan tanah. Pelatihan digelar di kawasan padat di RT 007, RW 005, Kelurahan Lette, Kecamatan Mariso.

Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Komisi Koperasi dan UKM KNPI Sulawesi Selatan Irsyadiannur SE, perwakilan Panah Merah, Hirdat, pengurus KNPI Sulawesi Selatan, dan sejumlah warga di sekitar Rusunawa Mariso.

Masyarakat diperkenalkan teori dan praktik urban farming, yaitu bercocok tanam melalui metode hidroponik dan media tanah di daerah perkotaan.

Fasilitator dalam pelatihan ini memanfaatkan tayangan video dalam pemaparannya agar lebih mudah dipahami.

Jenis sayuran yang dapat ditanam  melalui hidroponik antara lain, bayam, kangkung, selada, dan sawi. Adapun buah antara lain, cabai, terong, paprika, tomat, semangka, mentimun, dan stroberi.

Ketua Komisi Koperasi dan UKM KNPI Sulawesi Selatan Irsyadiannur mengemukakan, kegiatan ini menyasar warga yang tinggal di daerah perkotaan, terutama kaum ibu.

“Semoga bermanfaat buat masyarakat kecil dan menengah. Kita mengajar kepada ibu-ibu yang lahannya sempit agar bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang bisa menjadi bahan makanan, misalnya tomat, lombok, sawi, maupun kangkung,” tutur Irsyadiannur di sela-sela kegiatan.

Rencana ke depan, katanya, akan dibuat kebun bersama yang berlokasi di sekitar kawasan rusun. Salah satu lahan warga dijadikan sebagai kebun.

“KNPI akan membuat kebun yang bernama ‘Kebun KNPI’. Secara berkesinambungan akan dikontrol,” ujarnya.

Alasan memilih Kecamatan Mariso sebagai lokasi pelatihan hidroponik, katanya, sebab umumnya pekarangan rumah cukup sempit.

“Kita lihat di sini di Kecamatan Mariso ada rumah susun. Berarti lahan untuk menanam tidak ada. Tujuan utama pelatihan ini untuk mengurangi biaya beli sayur. Kita perkenalkan kepada ibu-ibu bahwa juga pemuda bisa mengajari kepada masyarakat hal-hal yang bermanfaat,” paparnya.

Citizen report : Ilmaddin Husain