KIK Somasi Rizal Ramli, Diplintir Jadi “Kita Ini Kebingungan”

POJOKSATU.id, JAKARTA – Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung Jokowi-Ma’ruf dinilai sering memberikan pernyataan yang membingungkan. Seperti menuduh ada HTI di kubu Prabowo-Sandi, mencaplok kader dari partai lain, terakhir mensomasi ekonom senior Rizal Ramli.

Koordinator Aliansi Pemuda Nasional (APN), Abdullah Amas mengatakan, Erick Tohir sendiri selaku ketua tim kampanye Jokowi-Makruf menegaskan untuk melakukan kampanye dengan gaya politik yang sehat.

“Tapi yang kita herankan tim di bawah dia, banyak yang mancing perkara, terakhir seperti langkah mensomasi RR, ini menurut saya berlebihan,” ujar Abdullah Amas, Sabtu (15/9).

Menurut Amas, simpatisan RR begitu banyak dengan jaringan massa yang dimilikinya bisa menimbulkan gesekan dengan Partai Nasdem yang mensomasinya.

“Saya harap Nasdem memberikan jurubicara yang lebih sejuk, misal Prananda Paloh,” ungkapnya dalam keterangan tertulis kepada redaksi RMOL.

KIK harus memanajemen narasi tentang persatuan, keadilan dan inovasi ekonomi. Rakyat butuh kampanye yang simpatik berupa ekonomi kreatif, bakti sosial dan karya nyata lain.

Amas juga menghimbau agar tidak ada saling panas memanasi antar partai dalam koalisi lain. Kalau mau mempertahankan kekuasaan, hendaknya dengan cara cara yang dewasa.

“Saya yakin tak ada ekspresi seperti anak yang takut diganti mainannya dari dalam tubuh Koalisi Indonesia Kerja, sebab kalau cara-cara over dipakai, kepanjangan KIK bukan Koalisi Indonesia Kerja tapi Kita Ini Kebingungan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP Nasdem Bidang Advokasi dan Hukum, Hermawi Taslim mengatakan, dirinya akan menyampaikan somasi kepada Rizal Ramli terkait pernyataannya di acara ‘Indonesia Business Forum’ yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018.

“Jika dalam 3×24 jam tidak direspons, maka kami akan lanjutkan ke jalur hukum,” ujar Hermawi Taslim di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 11 September 2018.

Nasdem mempersoalkan pernyataan Rizal Ramli yang menyebut biang kerok impor yang terlalu tinggi adalah Menteri Perdagangan yang juga politisi Nasdem, Enggartiasto Lukita.

Menurut Rizal, Enggar melebihkan impor garam 1,5 juta ton, impor gula ditambahkan 2 juta ton, impor beras ditambah 1 juta ton. Hal itu membuat petani di dalam negeri menjerit, terutama petani garam.

“Jadi biang keroknya sebetulanya saudara Enggar, cuman Presiden Jokowi gak berani negur karena takut Surya Paloh,” ucap Rizal Ramli.

“Saya katakan Pak Jokowi, panggil saya aja, biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek, impor naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak diugikan, akibatnya selektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti,” tambah Rizal.

(one/pojoksatu)