Kelahiran Bayi Mata Satu di Mandailing Bikin Geger, Begini Kondisinya Sekarang

POJOKSATU.id, MADINA – Kelahiran bayi mata satu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menggegerkan publik. Bayi itu lahir di Rumah Sakit Panyabungan, Kamis (13/9/2018).

Bayi itu tidak sempurna. Hanya memiliki satu mata yang cukup besar dan tidak memiliki hidung. Matanya tumbuh di dahi.

“Lahirnya tadi siang di rumah sakit Panyabungan. Jadi ini kan memang kejadian langka, baru yang ke tujuh di dunia, terakhir kali di Mesir,” ucap Kadis Kesehatan Madina, Syariduddin Nasution.

Dia menjelaskan, orang tua bayi yang lahir cesar itu merupakan warga perantau dari pulau Jawa dan selama ini bekerja sebagai penambang emas. “Iya tambang emas liar,” ucapnya.

Namun bayi mata satu itu hanya bisa bertahan selama beberapa jam. Bayi malang tersebut meninggal akibat cyclopia.

Cyclopia adalah kondisi langka yang terjadi ketika bagian depan otak tidak membelah menjadi belahan kanan dan kiri.

Otak depan seharusnya terbagi menjadi talamus dan hipotalamus. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan alobar holoprosencephaly.

Kondisi bayi mata satu yang lahir di Mandailing Natal. Foto : istimewa

Kondisi bayi mata satu yang lahir di Mandailing Natal. Foto : istimewa

Seperti diberitakan Detik.com, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Clin Med Insights Pediatrics, pembelahan kanan dan kiri ini terjadi pada antara hari ke-18 hingga hari ke-28 kehamilan.

Apa sih sebenarnya penyebab kondisi ini? Dikutip dari Health Line, meskipun belum diketahui jelas penyebabnya, para peneliti mengatakan ada kemungkinan salah satu penyebabnya adalah diabetes gestasional. Yaitu kondisi sang ibu yang mengidap diabetes pada saat kehamilan.

Di masa lalu, bahkan ada spekulasi bahwa paparan bahan kimia atau racun mungkin penyebabnya. Namun, peneliti tidak meyakini ada korelasi antara keduanya.

Sekitar sepertiga bayi dengan cyclopia diidentifikasi, ditemukan adanya kelainan kromosom. Secara khusus, kondisi ini terjadi ketika ada tiga salinan kromosom 13. Kelainan kromosom ini juga disebut sebagai penyebabnya.

Sementara beberapa bayi dengan cyclopia teridentifikasi adanya perubahan gen tertentu. Perubahan ini menyebabkan gen dan proteinnya bertindak berbeda, sehingga memengaruhi pembentukan sel saat masih di dalam kandungan.

fir/pojoksumut)

Kelahiran Bayi Mata Satu di Mandailing Bikin Geger, Begini Kondisinya Sekarang

POJOKSATU.id, MADINA – Kelahiran bayi mata satu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menggegerkan publik. Bayi itu lahir di Rumah Sakit Panyabungan, Kamis (13/9/2018).

Bayi itu tidak sempurna. Hanya memiliki satu mata yang cukup besar dan tidak memiliki hidung. Matanya tumbuh di dahi.

“Lahirnya tadi siang di rumah sakit Panyabungan. Jadi ini kan memang kejadian langka, baru yang ke tujuh di dunia, terakhir kali di Mesir,” ucap Kadis Kesehatan Madina, Syariduddin Nasution.

Dia menjelaskan, orang tua bayi yang lahir cesar itu merupakan warga perantau dari pulau Jawa dan selama ini bekerja sebagai penambang emas. “Iya tambang emas liar,” ucapnya.

Namun bayi mata satu itu hanya bisa bertahan selama beberapa jam. Bayi malang tersebut meninggal akibat cyclopia.

Cyclopia adalah kondisi langka yang terjadi ketika bagian depan otak tidak membelah menjadi belahan kanan dan kiri.

Otak depan seharusnya terbagi menjadi talamus dan hipotalamus. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan alobar holoprosencephaly.

Kondisi bayi mata satu yang lahir di Mandailing Natal. Foto : istimewa

Kondisi bayi mata satu yang lahir di Mandailing Natal. Foto : istimewa

Seperti diberitakan Detik.com, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Clin Med Insights Pediatrics, pembelahan kanan dan kiri ini terjadi pada antara hari ke-18 hingga hari ke-28 kehamilan.

Apa sih sebenarnya penyebab kondisi ini? Dikutip dari Health Line, meskipun belum diketahui jelas penyebabnya, para peneliti mengatakan ada kemungkinan salah satu penyebabnya adalah diabetes gestasional. Yaitu kondisi sang ibu yang mengidap diabetes pada saat kehamilan.

Di masa lalu, bahkan ada spekulasi bahwa paparan bahan kimia atau racun mungkin penyebabnya. Namun, peneliti tidak meyakini ada korelasi antara keduanya.

Sekitar sepertiga bayi dengan cyclopia diidentifikasi, ditemukan adanya kelainan kromosom. Secara khusus, kondisi ini terjadi ketika ada tiga salinan kromosom 13. Kelainan kromosom ini juga disebut sebagai penyebabnya.

Sementara beberapa bayi dengan cyclopia teridentifikasi adanya perubahan gen tertentu. Perubahan ini menyebabkan gen dan proteinnya bertindak berbeda, sehingga memengaruhi pembentukan sel saat masih di dalam kandungan.

fir/pojoksumut)

Kelahiran Bayi Mata Satu di Mandailing Bikin Geger, Begini Kondisinya Sekarang

POJOKSATU.id, MADINA – Kelahiran bayi mata satu di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menggegerkan publik. Bayi itu lahir di Rumah Sakit Panyabungan, Kamis (13/9/2018).

Bayi itu tidak sempurna. Hanya memiliki satu mata yang cukup besar dan tidak memiliki hidung. Matanya tumbuh di dahi.

“Lahirnya tadi siang di rumah sakit Panyabungan. Jadi ini kan memang kejadian langka, baru yang ke tujuh di dunia, terakhir kali di Mesir,” ucap Kadis Kesehatan Madina, Syariduddin Nasution.

Dia menjelaskan, orang tua bayi yang lahir cesar itu merupakan warga perantau dari pulau Jawa dan selama ini bekerja sebagai penambang emas. “Iya tambang emas liar,” ucapnya.

Namun bayi mata satu itu hanya bisa bertahan selama beberapa jam. Bayi malang tersebut meninggal akibat cyclopia.

Cyclopia adalah kondisi langka yang terjadi ketika bagian depan otak tidak membelah menjadi belahan kanan dan kiri.

Otak depan seharusnya terbagi menjadi talamus dan hipotalamus. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan alobar holoprosencephaly.

Kondisi bayi mata satu yang lahir di Mandailing Natal. Foto : istimewa

Kondisi bayi mata satu yang lahir di Mandailing Natal. Foto : istimewa

Seperti diberitakan Detik.com, berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Clin Med Insights Pediatrics, pembelahan kanan dan kiri ini terjadi pada antara hari ke-18 hingga hari ke-28 kehamilan.

Apa sih sebenarnya penyebab kondisi ini? Dikutip dari Health Line, meskipun belum diketahui jelas penyebabnya, para peneliti mengatakan ada kemungkinan salah satu penyebabnya adalah diabetes gestasional. Yaitu kondisi sang ibu yang mengidap diabetes pada saat kehamilan.

Di masa lalu, bahkan ada spekulasi bahwa paparan bahan kimia atau racun mungkin penyebabnya. Namun, peneliti tidak meyakini ada korelasi antara keduanya.

Sekitar sepertiga bayi dengan cyclopia diidentifikasi, ditemukan adanya kelainan kromosom. Secara khusus, kondisi ini terjadi ketika ada tiga salinan kromosom 13. Kelainan kromosom ini juga disebut sebagai penyebabnya.

Sementara beberapa bayi dengan cyclopia teridentifikasi adanya perubahan gen tertentu. Perubahan ini menyebabkan gen dan proteinnya bertindak berbeda, sehingga memengaruhi pembentukan sel saat masih di dalam kandungan.

fir/pojoksumut)