Jurnalis Cantik Alumni LPDP Ini Ungkap Kiprahnya setelah Lulus Pascasarjana

POJOKSATU.id, INDONESIA –  Jurnalis cantik Trifty Qurrota Aini, mengaku tidak mengikuti grup alumni penerima beasiswa LPDP, Mata Garuda.

“Aku gak aktif di Mata Garuda, jadi aku nggak tahu soal Mata Garuda,” ungkapnya kepada Pojoksatu.id.

Trifty mengungkapkan, begitu lulus pascasarjana, ia langsung menjadi dosen di Universitas Pakuan, Bogor.

“Kalau soal kerja di TV Muhammadiyah mah freelance,” ujarnya, Minggu (12/8/2018).

Sebagai penguat, ia pun mengungkap bagaimana kiprah mantan jurnalis Metro TV soal beasiswa yang pernah diterimanya.

“Awal kuliah S2 Ke Inggris memang saya berkeinginan melanjutkan S2 di luar negeri,” kata alumnus Northumbria university at Newcastle tahun 2017 ini.

Menurutnya, ia kuliah di luar negeri bukan hanya untuk menuntut ilmu saja, tetapi juga untuk mempelajari budaya, sekaligus berpetualang di suasana yang berbeda.

“Menurut saya kuliah di luar negeri bukan hanya tentang menuntut ilmu tapi juga tentang belajar budaya dan berpetualang hidup di suasana yang berbeda,” beber gadis cantik yang pernah kuliah di jurusan Mass Communication Management saat di Inggris ini.

Selain itu, katanya, dengan berada di luar akan menjadikannya lebih berwawasan dan lebih terbuka pikirannya.

“Tentu saja dengan berada di dunia luar, ia akan memiliki wawasan dan menjadi orang yang lebih “open minded”,” ujarnya.

Proses mendapatkan beasiswa LPDP, ungkapnya, terdiri dari berbagai tahap.

“Tahap pertama adalah seleksi administrasi, lalu dilanjutkan wawancara, Leaderless Group Disscussion, dan seleksi menulis essay,” beber penulis thesis tentang peran produser di TV berita indonesia.

Di luar proses LPDP itu, ia mengaku orangtuanya sangat mendukung dan bangga ketika ia bisa melanjutkan kuliah pascasarjana di Inggris.

Selain itu, orangtuanya pun hadir saat Trifty wisuda.

“Orang tua saya sangat senang dan bangga ketika mengetahui saya mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Inggris. Bahkan orang tua saya turut hadir dalam wisuda saya di Inggris,” kata gadis yang bekerja sebagai freelance di TV Muhammadiyyah.

Trifty berpesan agar para pencari beasiswa tidak menyerah dan terus berusaha.

“Jangan cepat menyerah dan terus berusaha,” pungkasnya.

 

(maryam/pojoksatu)