Ibu Angkat Penyekap Bocah dalam Ruko Dikenal Tempramental

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Dua bocah laki-laki inisial OW (11) dan adiknya DV (2,5) serta satu bocah perempuan US (5) disekap dalam rumah toko (Ruko), di Jalan Mira Seruni, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Ketua RT 5 RW 3 Kelurahan Pandang Nuraeni Daeng Sunggu (40) mengakui, sudah biasa melihat anak-anak tersebut mendapat siksaan oleh orang tua angkatnya. Orang tua angkatnya diketahui bernama Acci alias Memei alias Gensel yang diperkirakan berusia 40 tahun.

“Siksaan seperti dipukul, ditendang bahkan dilempar,” kata Nuraeni kepada pojoksulsel.com, saat ditemui, Minggu (16/9/2018) malam.

Acci dikenal sangat tempramen dan mudah marah. Sehingga, warga tidak berani melarangnya.

“Kita tidak berani. Ujung-ujung kita menolong. Nanti kita dituduh mengganggu. Karena kita saat itu juga tidak punya bukti melarangnya,” jelas Nuraeni.

Bahkan, kata warga setempat, Acci sudah pernah mengakui bahwa ketiga bocah itu bukanlah anak kandungnya

“Dia yang bilang sama kita semua itu bukan anaknya. Yang jelas bukan anak kandungnya,” ujarnya.

Selain Ruko ini, Acci juga memiliki tempat usaha lain di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, yakni sebuah toko baju.

“Yang ditaunya warga di sini dia sering keluar pagi pulang malam. Kita taunya dia di sini hanya tinggal. Ada tokonya di Tanjung GTC, toko baju,” kata Daeng Tene, salah seorang warga.

Sejak berdomisili di tempat ini, dia tidak pernah melapor ke ketua RT maupun kepada pemerintah di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukang.

Saat ini, ketiga bocah malang tersebut telah diserahkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar. Semenntara, kakak pertamanya yang lebih dulu lolos keluar rumah itu, belum ditemukan hingga saat ini.

(herman kambuna/pojoksulsel)