Gunung Agung Bergolak, Sejarahnya Pernah Meletus Telan 1.900 Korban Jiwa

Beritating Gunung Agung Bergolak, Sejarahnya Pernah Meletus Telan 1.900 Korban Jiwa ditampilkan lebih awal di Pojok Satu. | by Pojok Satu

POJOKSATU.id, KARANGASEM – Peningkatan aktivitas Gunung Agung di Bali tampaknya sama sekali tak membuat minat turis, utamanya turis asing untuk ber-ciut nyali.

Bahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sejak Kamis (14/9) lalu meningkatkan status Gunung Agung dari level 1 (normal) menjadi level 2 (waspada).

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumantri mengimbau warga berdoa bersama memohon kepada Tuhan agar gunung tertinggi di Bali itu tak meletus.

Sementara, untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pemkab juga menyiapkan 1.700 ton beras cadangan untuk logistik warga jika sewaktu-waktu gunung meletus.

Gunung Agung Kemungkinan Meletus, Turis Asing Cuek Bebek…

“Kami juga menanganinya secara skala niskala. Kami juga meminta semua masyarakat memohon kepada Tuhan Ida Sang Hyang Widi agar Gunung Agung tidak memuntahkan laharnya,” katanya.

Gunung itu sendiri pernah meletus pada 1963 dan berdampak sangat luar biasa. Tercatat, letusan itu menelan korban jiwa hingga 1.900 orang.

Pemandu lokal dari Pokdarwis di Pos Pasar Agung, Selat. Foto via Miftahuddin Halim Radar Bali

Pemandu lokal dari Pokdarwis. Foto via Miftahuddin Halim Radar Bali

“Saat itu saya sampai mengungsi ke daerah Sumatera. Kami berharap kejadian itu tidak terulang kembali,” kenangnya.

Meski begitu, Bupati meminta warga Karangasem tetap tenang dan waspada meski status gunung tersebut sudah naik ke level II.

“Kami minta warga tetap tenang dan menjalani kehidupan seperti biasanya,” ujarnya.

Beritating Gunung Agung Bergolak, Sejarahnya Pernah Meletus Telan 1.900 Korban Jiwa ditampilkan lebih awal di Pojok Satu.