Benarkah Kapolda Jabar Diganti karena Kasus Local Boy? Begini Jawaban Polri

Beritating Benarkah Kapolda Jabar Diganti karena Kasus Local Boy? Begini Jawaban Polri ditampilkan lebih awal di Pojok Satu. | by Pojok Satu

POJOKSATU.id, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengganti lima kapolda, yakni Kapolda Jabar, Kapolda Sumsel, Kapolda Riau, Kapolda Sulbar, dan Kapolda Lampung.

Pergantian lima kapolda tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri nomor: ST/2023/VIII/2017 tertanggal 25 Agustus 2017 yang ditandatangani AS SDM Kapolri, Irjen Arief Sulistiyanto.

Benarkah Kapolda Jabar diganti karena kasus local boy? “Mutasi rutin saja,” jawab Kadivhumas Polri, Irjen Setyo Wasisto, Jumat (25/8).

Kasus local boy atau putra daerah sempat menjadi polemik, akhir Juni lalu. Local boy adalah kebijakan yang dikeluarkan Anton lewat surat keputusan (SK) bernomor Kep/702/VI/2017 untuk memprioritaskan putra daerah dalam penerimaan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Jawa Barat tahun anggaran 2017.

Kebijakan itu menjadi polemik setelah video yang dibuat salah satu orangtua calon taruna Akpol, Nani (47), untuk memprotes kebijakan tersebut viral di media sosial.

Hal itu membuat Kapolri Jenderal Tito Karnavian turun tangan. Tito menegur Anton. Bahkan, Tito juga memerintahkan Asisten Kapolri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membentuk tim khusus Divisi Profesi dan Pengamanan, serta Inspektorat Pengawasan Umum untuk mengkaji, mengevaluasi, dan mengambil alih proses seleksi penerimaan calon taruna Akpol Jawa Barat.

Anton dimutasi dari jabatan Kapolda Jawa Barat ke Wakalemdiklat Polri berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/892/VIII/2017. Jabatan yang ditinggalkan Anton akan diisi oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Agung Budi Maryoto.

Anton merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1984. Sebelum menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, Anton pernah memangku sejumlah jabatan penting di lingkungan Polri, antara lain Wakapolda Kalimantan Tengah (2009), Kepala Biro Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Pendidikan Kepolisian (2012), Kadiv Humas Polri (2015), dan Kapolda Sulawesi Selatan (2016).

(one/pojoksatu)

Beritating Benarkah Kapolda Jabar Diganti karena Kasus Local Boy? Begini Jawaban Polri ditampilkan lebih awal di Pojok Satu.