Begini Langkah 13 Panitia Inti Wish Forum Saat Peserta di Luar Prediksi

POJOKSATU.id, JAKARTA- Suksesnya acara Wish Forum salah satunya terlihat dengan membludaknya jumlah peserta yang hadir. Antrean pun terlihat sampai di sekitar troroar Kemendikbud pada Sabtu (11/8/2018).

Namun di sisi lain, seperti terlihat di lapangan dan di sosial media, banyak pihak yang merasa kecewa, dari peserta maupun dari panitia.

Mulai dari antrean panjang yang terkesan tidak terkendali karena adanya misskomunikasi antar panitia, peserta pun banyak yang kecewa seperti terlihat di lapangan dan sosial media, hingga sistem kepanitiaan yang kurang rapih.

Ketika Pojoksatu.id menanyakan perihal kekecewaan dari pihak peserta dan panitia.

“Yes, mba, harap maklum.. Karena panitianya banyak yang volunteer seh mba..dan mereka yang gak pernah datang meeting sebelum hari H,” bebernya.

Ia mengungkapkan banyak panitia yang datang pada hari H dengan tim dari berbagai komunitas sehingga tidak ada manajemennya.

“Tiba-tiba datang jadi panitia hari H.. tidak ada EO..yang semua tim adalah dari komunitas-komunitas..jd memang tidak ada manajemennya,”

Sementara, katanya, target acara Wish Forum dibuat seadanya. Dengan adanya antusias yang tinggi, panitia tidak siap dengan kondisi massa yang hadir.

“Memang target buat event seadanya saja..tapi karena antusias yang tinggi sehingga panitia memang tidak siap dengan kondisi massa yang hadir,”

Sejauh ini, panitia inti memprediksi per sesi acara ada sebanyak 1800 peserta dengan total ada 4 sesi.

“Karena kita prediksi (peserta, red) hanya 1800  per sesi acara. Total sesi acara terbagi 4 sesi (pagi, siang 2x kali, dan sore)

Dan, katanya, yang datang hari ini benar-benar di luar dugaan.

“Kita sudah imbau padahal melalui sosmed-sosmed bahwa untuk peserta dari daerah tidak perlu ke Jakarta untuk hadir karena peserta sudah banyak yang mendaftar dari Jabodetabek,”

Tapi ternyata, lanjutnya, hari ini (Sabtu, 11/8/2018) banyak yang hadir dari luar kota.

“Jadi mohon dimaklumi karena memang acara pameran tidak pernah se-kroudit ini, udah seperti konser musik saja. Event pameran beasiswa PPI Dunia saja di bulan Februari ga sebanyak ini,”

Pihaknya sebagai tim panitia juga bingung.

“Kenapa bisa orang begitu banyak hadir..padahal kita publikasi tidak terlalu maksimal di sosmed-sosmed..Hanya melalui info acara di wA WA grup,” ungkapnya.

Soal Kemendikbud, katanya, memang sampai H-1 acara saja banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi secara mendadak dari pihak Kemendikbud itu sendiri.

“Seperti pengurangan kursi acara..tiba-tiba ruangan acara juga dicancel untik yang gedung D dari Kemenristek..dan lain-lain,”

Makanya, kata Aditya, sampai H-1 pihaknya belum bisa bagikan jadwal-jadwal dan rundown acara secara fix di publikasi acara.

“Baru bisa share di tengah malam sebelum acara. Jadi sampai H-12 jam saja..ruangan-ruangan acara masih belum fix lokasi dan junlah kursi yang disediakan Kemendikbud,” ujarnya.

Ia menyebut, panitia inti hanya 13 orang saja dan menghadapi 197 volunteer panitia yang berasal daei berbagai komunitas dan berbeda-beda background.

“Dan menghadapi total 13 ribu lebih peserta,”

Sebagai informasi, acara ini memakai tagar #2019DapatBeasiswa.

“Tagar ini dari Sahabat Beasiswa setiap tahun,” katanya, Sabtu (11/8/2018) malam.

Tahun kemarin, katanya, memakai tagar #2018DapatBeasiswa.

“Tahun sebelumnya juga begitu,” terangnya.

Jadi, katanya, memang Sahabat Beasiswa memang buat tagar itu setiap tahun.

“Malah ada bajunya,” tambahnya.

Menurutnya, itu Program dari Komunitas Sahabat Beasiswa.

“Nanti 2019..akan ada (juga) #2020DapatBeasiswa, dan seterusnya,”

Aditya mengiyakan ketika dipastikan tagar itu sudah lama dipakai.

“Iya udah lama.  Itu program dr komunitas beasiswa stiap tahun,” katanya.

LPDP sendiri  katanya, awalnya tidak mau partisipasi karena masalah belum ada pimpinan strukturalnya sampai H-2 minggu minggu acara.

“Jadi H-2 Minggu mau acara LPDP baru konfirmasi karena sudah terpilih pimpinannya di akhir bulan Juli kemarin,” ujarnya.

Mereka, lanjutnya, sampai ada pimpinan yang baru. Belum bisa putuskan apakah bisa ikut atau tidak.

“Kita masalahnya mengundang pimpinan beasiswa LPDP untuk hadir di forum beasiswa,” terangnya.

Sebagai informasi, Wish Forum 2018 merupakan agenda pameran beasiswa terbesar se-Indonesia.

Agenda ini diikuti 73 lembaga beasiswa, sesuai dengan usia kemerdekaan bangsa Indonesia.

Acara ini terbuka untuk publik, meskipun akhirnya di lapangan peserta membludak dan panitia mengaku diluar prediksi perkiraan peserta.

Hadir di sini berbagai narasumber dari perwakilan pemerintah, tokoh negara, perwakilan lembaga atau komunitas beasiswa.

(maryam/pojoksatu)