Begini Cara Saracen Bekerja dan Mendapatkan Uang

Beritating Begini Cara Saracen Bekerja dan Mendapatkan Uang ditampilkan lebih awal di Pojok Satu. | by Pojok Satu

POJOKSATU.id – Penyidikan terhadap sindikat Saracen terus dikembangkan. Itu tentang cara kerja Saracen, bagaimana mendapatkan uang, dan siapa saja kliennya.

Hasil penyidikan sementara, Saracen diketahui yang menjalankan bisnis hoaks dan ujaran kebencia itu bekerja secara profesional.

Dalam melakukan aksinya, Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono mengungkapkan jika konten provokatif yang dibagikan berupa meme. Selain itu juga diikuti dengan konten informasi hoaks.

“Setelah bahan itu matang, ketua Saracen beserta anggota akan segera memainkan perannya masing-masing. Dengan tujuan untuk membuat materi kebencian, seperti meme menjadi viral di media sosial,” ujar Awi.

Karena itu penyidik juga menemukan banyak SIM card yang diduga untuk membuat akun-akun palsu dan berkomunikasi sesama anggota Saracen. “Kami temukan SIM card yang banyak, 50 lebih,” ujar Awi.

Bagaimana mereka bisa mendapatkan uang? Awi menjelaskan dari pengakuan pimpinan sindikat Saracen JAS, jika mereka mengajukan proposal ke calon klien.

Dalam proposal itu Saracen mengajukan permintaan dana Rp 70 juta. Rincian penggunaan dananya adalah Rp 15 juta untuk pembuatan website, Rp 45 juta untuk menggerakkan 15 buzzer di medsos, serta Rp 10 juta untuk fee bagi JAS.

Bahkan, JAS juga mengajukan proposal dana di luar Rp 72 juta. “Penyidik menemukan ada satu proposal. Yang terakhir ada cost untuk wartawan,” tutur Awi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/8).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini juga menyebut Saracen ini merupakan sindikat yang memiliki struktur organisasi. Proses komunikasi sesama anggota sendiri tercipta hanya di internet semata.

“Ya tadi semua melalui internet melalui dunia maya mereka berkomunikasi,” ujar Awi.

Karena itu penyidik mendalami pihak-pihak yang telah menggunakan jasa Saracen. Namun, sampai saat ini JAS dan dua orang lainnya yang ditangkap, SRN dan MFT masih belum mau blakblakan.

“Termasuk siapa yang pesan, sampai saat ini juga yang bersangkutan sangat tertutup. Sulit diminta keterangan,” jelas Awi.

Bahkan, polisi masih kesulitan mengungkap aliran keuangan Saracen. Pasalnya, setiap proses transaksi melalui uang tunau.

“Penyidik belum menemukan aliran uang karena memang pengakuan selama ini cash,” tuturnya.

(elf/*/pojoksatu)

Beritating Begini Cara Saracen Bekerja dan Mendapatkan Uang ditampilkan lebih awal di Pojok Satu.