Beasiswa Tak Kunjung Cair, Utang Mahasiswa Berprestasi Menumpuk

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sudah satu tahun beasiswa untuk para mahasiswa berprestasi di Kutai Timur, Kaltim, yang kuliah di luar kota tak kunjung cair. Tidak ada penjelasan mengapa beasiswa dari Pemkab Kutim itu ngadat.

“Enggak cair-cair (beasiswanya). Sudah satu tahun lebih. Kami terlantar di kota orang,” ujar salah seorang mahasiswa yang enggan ditulis namanya. Tak diketahui pasti apa musabab belum cairnya beasiswa tersebut.

Karena belum juga menerimanya, mahasiswa terpaksa mencari pinjaman uang ke sana ke mari untuk bertahan hidup.

“Kami disuruh pinjam. Tapi sampai sekarang (beasiswa) tidak cair-cair. Mana sudah ditagih lagi sama orang yang kami utangi,” ungkap mahasiswa itu.

Dia menerangkan, sebelumnya dijanjikan beasiswa akan dicairkan dalam waktu dua pekan. Namun faktanya bantuan dana itu tak kunjung cair. Lantas, mahasiswa kembali diberikan janji sepekan kemudian beasiswa dicairkan.

“Terakhir, infonya bulan ini bisa cair. Dengar-dengar bulan 11 atau 12. Sementara kami tidak tahu cari pinjaman ke mana lagi. Sudah menumpuk utang,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabag Sosial Pemkab Kutim, Andi Abdurrahman membenarkan belum cairnya beasiswa untuk mahasiswa berprestasi. Namun hal tersebut terjadi bukan karena unsur kesengajaan. Hanya proses pencairannya yang masih terhambat.

“Prosesnya. Karena di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, red) belum bisa (mencairkan) kalau SK-nya belum ada. Jadi dua minggu kami proses. Mudah- mudahan SK-nya minggu ini selesai. Karena Pak Bupati ada di tempat. Setelah itu BPKAD siap untuk membayar dan mudah-mudahan uangnya siap langsung dibayar,” jelas Andi.

Dia mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencairkan beasiswa tersebut. Namun lagi-lagi terkendala masalah teknis. “Kami sudah mati-matian mengoordinasikan. Insyaallah secepatnya (dicairkan, red.). Saya juga sudah perintahkan Pak Haeri Kasubag untuk mencarikan talangan dan beliau berkata siap,” kata Andi.

Dia yakin dalam waktu dekat anggaran tersebut dapat segera cair. Untuk itu, mahasiswa diminta bersabar. Pihaknya pun sudah berusaha untuk mempercepat proses pencairan.

“Maksud kami mencarikan talangan semampu kami dulu sambil menunggu anggarannya. Karena (nilainya) bukan sejuta-dua juta saja. Kami sampaikan kepada mereka untuk bersabar, karena ini masalah waktu saja,” tegas Andi.

(jpnn/pojoksulsel)